KAMMI: Butet Provokasi Perseteruan 3 Capres

Kampanye Pemilu Damai

KAMMI: Butet Provokasi Perseteruan 3 Capres

- detikNews
Jumat, 12 Jun 2009 03:48 WIB
KAMMI: Butet Provokasi Perseteruan 3 Capres
Jakarta - Monolog Butet Kertarajasa dalam acara 'Deklarasi Kampanye Pemilu Damai' dinilai kontra-produktif dengan tujuan membuat damai pemilihan presiden. Seniman itu dianggap memprovokasi perseteruan 3 pasangan Capres-Cawapres.

"Bagi saya, Mas Butet adalah budayawan hebat, pahlawan aspirasi masyarakat, kali ini terkesan memprovokasi perseteruan," kata Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Rahman Toha Rahman dalam diskusi terbatas dengan wartawan di Jakarta, Kamis (10/6/2009) malam.

Menurut Rahman, suasana permusuhan, bukan lagi tercium tetapi sangat terasa saat deklarasi damai tersebut. Tentunya bukan hanya kontra-produktif, tetapi justru membuat seorang budayawan mendorong tindakan yang tidak berbudaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus diingat bahwa acara pemilu damai pilpres 2009 bukan acara seperti di Republik Mimpi. Butet Kertarajasa pahlawan kami ketika tahun 1997 sampai 1998, kali ini terpeleset pada acara resmi KPU," jelasnya.

Rahman menilai, sebenarnya kesalahan sepenuhnya tidak bisa ditujukan kepada Butet semata. Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga harus bertanggungjawab, sebab acara yang sudah jelas direncanakan tapi malah menciptakan rasa permusuhan dan saling curiga.

"KPU kecolongan, tidak profesional dan harus semakin diawasi agar kisruh pada Pileg tidak terulang pada Pilpres 2009," ujarnya.

KAMMI, lanjut Rahman, berharap para capres-cawapres melupakan kejadian itu dan bisa berdemokrasi dengan baik dan menarik serta bermanfaat bagi rakyatnya. Sebab, musuh bangsa Indonesia jelas, yaitu pecah-belah bangsa.

"Para capres dan cawapres jangan terpancing oleh provokasi ini, tetapi segera kembali kepada tujuan semula bahwa Pilpres 2009 untuk mencari pemimpin bangsa bukan untuk saling menghantam diantara bangsa Indonesia sendiri," tandasnya. (zal/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads