Pernyataan itu disampaikan Boediono saat berkunjung ke Pusat Pasar dan Pasar Sambas di Medan, Rabu (10/6/2009). Perjalanan ini sekaligus hari terakhir dari dua hari kunjungannya ke daerah ini.
"Tanpa pasar tradisional maka pergerakan ekonomi tidak akan seimbang. Di sini semuanya ada. Mata rantai perekonomian sangat tampak di sini, mulai dari tempat produksi hingga proses penjualan," ujar Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan mempertahankan pasar, kata Boediono lagi, akan lebih efisien karena keberadaan pasar sudah ada sejak dulu. Pedagang sudah mengetahui persis bagaimana proses kegiatan jual beli di sana. Berbeda dengan pasar modern yang memerlukan pembelajaran terlebih dahulu.
Di sisi lain, Boediono menilai, ekonomi berbasis syariah merupakan salah satu sistem yang pasti menjadi opsi sistem ekonomi Indonesia. Menurutnya semakin hari sistem syariah ini menunjukkan keunggulannya, apalagi pasca krisis global yang melanda dunia.
Kemudian dari sisi resiko, sistem syariah lebih luwes dibandingkan sistem konvensional. Karenanya pembiayaan syariah harus didorong agar lebih baik lagi melalui perbankan syariah salah satunya.
Kedatangan Boediono ke pasar itu disambut meriah oleh pengunjung. Pedagang langsung mendatanginya hanya sekedar ingin bersalaman. Ada juga sebagian pedagang yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan keluhan secara langsung. Pedagang berharap jika terpilih, keluhan itu bisa diselesaikan.
(rul/mok)











































