"Ruang publik kacau, terjadi informasi yang beda luar biasa," kata anggota KPU I Gusti Putu Artha di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Kamis (11/6/2009).
Putu menuturkan, kekhawatiran KPU tentang kekisruhan hasil survei akhirnya terbukti. KPU sebelumnya pernah mewacanakan pengaturan lembaga survei lewat peraturan KPU soal registrasi, namun hal ini ditentang oleh banyak kalangan dengan alasan kebebasan akademis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Sekrtaris Umum Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo Fadli Zon mengatakan, sebagian besar lembaga survei saat ini adalah pesanan. "Sebagian besar survei dikuasai mafia survei, dengan menjadikan uang sebagai ideologi. Tapi tentunya masih ada yang bersih," ujar Fadli.
(lrn/yid)











































