Protes Pengurangan TPS, Tim Mega-Prabowo Datangi KPU

KPU Kurangi Jumlah TPS

Protes Pengurangan TPS, Tim Mega-Prabowo Datangi KPU

- detikNews
Kamis, 11 Jun 2009 17:48 WIB
Protes Pengurangan TPS, Tim Mega-Prabowo Datangi KPU
Jakarta - Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini dilakukan untuk melayangkan protes atas pengurangan jumlah TPS dari 519.920 pada Pemilu Legislatif menjadi 451.183 pada Pilpres.

Tim yang diwakili Sekrtaris Umum Fadli Zon dan Sekrtaris II Hasto Kristiyanto ini diterima Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dan anggota KPU I Gusti Putu Artha, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (11/6/2009).

Fadli menilai pengurangan TPS yang dilakukan KPU tidak dilakukan secara transparan dan melanggar ketentuan pasal 113 ayat (2) UU tentang Pilpres yang mengatur mengenai lokasi yang mudah dijangkau, termasuk oleh penyandang cacat, tidak menggabungkan desa, dan memperhatikan aspek geografis serta menjamin setiap pemilih dapat memberikan suaranya secara langsung bebas dan rahasia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketidaktransparanan KPU tersebut dapat diduga sebagai bentuk baru kecurangan sistemik Pilpres dalam konteks penghilangan kesempatan penggunaan hak pilih warga negara sebagaimana juga terjadi dalam pemilu legislatif yang lalu," protes Fadli.

Pengurangan jumlah TPS dalam Pilpres ini dikarenakan terdapat perbedaan ketentuan tentang batas maksimal pemilih per TPS dalam UU Pileg (500 orang) dan UU Pilpres (800 orang). KPU mengurangi dengan alasan efisiensi.

Menurut Hasto, ketentuan dalam UU Pilpres tentang jumlah pemilih tiap TPS adalah ketentuan maksimal, sehingga tidak harus sejumlah 800 orang per TPS.

"Ini justru akan membingungkan pemilih, yang tadinya dia memilih di TPS yang satu saat pileg, tiba-tiba TPSnya pindah. Ini akan membuat pemilih apatis," ujarnya.

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengatakan protes pengurangan TPS karena akan membingungkan pemilih tidak cukup beralasan. Sebab, hal ini sudah biasa terjadi seperti dalam Pilkada Bupati dan Pilkada Gubernur di suatu daerah dengan TPS yang berbeda-beda. "Di undangan juga ada alamat TPS-nya kok," tandasnya.

(lrn/yid)


Berita Terkait