"Istri saya mendapat SMS, dituding sebagai aktivis gereja dan katolik. Kami sejak lahir seorang muslim, kami terus mengamalkan nilai-nilai Islam. Jadi kalau ada SMS seperti itu diabaikan saja," kata Boediono saat bersilaturahmi di Pesantren Raudlatul Maruf Al Hasaniyah, Pasuruan, Kamis (11/6/2009).
Menjawab pertanyaan para kiai, Boediono menjelaskan isu neoliberal. Menurut dia, istilah neolib kalau diberlakukan di Indoensia tidak pas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum bersilaturahmi dengan para ulama, Boediono berziarah ke makam KH Hamid di kompleks Masjid Jami Pasuruan. Kiai Hamid adalah kiai karismatik di Pasuruan. Kemudian Boediono bersama kiai melakukan salat zuhur berjamaah.
(ndr/iy)










































