Hal tersebut disampaikan sejumlah pengurus parpol dalam pembukaan posko Megawati - Prabowo Kota Surakarta di Jalan Bayangkara, Solo, Kamis (11/6/2009) siang. Hingga saat ini di luar PDIP dan Gerindra, telah terdapat 12 DPC parpol yang menyatakan bergabung untuk mendukung Megawati - Prabowo.
Beberapa di antaranya jelas berseberangan dengan kebijakan pimpinan pusat partai mereka yang mendukung capres lain. PNBKI dan Partai Republikan misalnya, secara tegas mendukung Megawati - Prabowo meskipun pimpinan mereka di pusat mendukung SBY - Boediono.
Ketua DPC Partai Republikan, Iir Kiryani, bahkan menantang DPP Partai Republikan untuk memecatnya jika dipersalahkan atas keputusan itu. Menurutnya, model kepemimpinan presidium yang berlaku di Partai Republikan mempersulit DPP bertindak sewenang-wenang terhadap kepengurusan di daerah.
"20 DPC dan juga DPD Partai Republikan di Jateng sepakat mendukung Megawati - Prabowo. Silakan jika pimpinan pusat mempersoalkannya. Kami akan menghadapinya," ujar Iir.
Hal serupa juga disampaikan oleh Dian Nusandari, Ketua DPC PNBKI Kota Surakarta. Menurutnya, meskipun diketahui pimpinan pusat PNBKI mendukung SBY namun hingga saat ini belum ada arahan atau instruksi kepada pengurus di daerah.
"Untuk itu kami mengambil inisiatif sendiri yang sejalan dengan kondisi daerah kami. Kami yang lebih tahu situasi di Solo dan bagi kami pilihan paling tepat adalah mendukung pasangan Megawati - Prabowo. Namun siap mengambil resiko atas pilihan ini," ujar Dian.
Selain dukungan dari partai, pasangan Megawati - Prabowo juga didukung Front Amanat Pendukung Prabowo yang merupakan massa dari PAN dan Front Persatuan Pendukung Prabowo yang berasal dari massa PPP.
Datang juga dukungan dari Persatuan Alumni GMNI serta alumni Pemuda Demokrat yang keduanya dipimpin politisi senior Budiningsih. Sejumlah organisasi kepemudaan di kota kandang banteng itu juga merapat ke Megawati - Prabowo.
(mbr/nrl)











































