KPU Siapkan Revisi Anggaran Pemilu Ulang

KPU Siapkan Revisi Anggaran Pemilu Ulang

- detikNews
Rabu, 10 Jun 2009 13:45 WIB
 KPU Siapkan Revisi Anggaran Pemilu Ulang
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersiap melakukan rapat pleno untuk merevisi anggaran guna mempersiapkan dilakukannya pemilu ulang di Yahukimo (Papua) dan Nias Selatan (Sumut).

"Keputusan MK tentang pemilu ulang di Yahukimo dan Nias Selatan, kami akan pleno segera menyikapi keputusan MK yang dimintakan pemungutan suara ulang," tutur Anggota KPU, Andi Nurpati, saat ditemui wartawan di Gedung KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2009).

Menurut Andi, persoalan penyelenggaraan pemilu ulang ada pada pendanaannya. Andi pun menyinggung perlunya revisi anggaran pemilu dalam tubuh KPU. "Persoalannya pada budget, kalau sekarang belum bisa berarti kita harus melakukan mekanisme revisi anggaran untuk melaksanakan putusan MK," tutur Andi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi kemudian membeberkan rencana kerja KPU kedepan untuk mempersiapkan pemilu ulang di dua daerah tersebut ditengah-tengah kesibukan KPU mempersiapkan pilpres. "KPU harus mempersiapkan pemungutan suara ulang, bekoordinasi dengan KPU provinsi dan mengatur jadwal pemungutan suara ulang. KPU harus membuat regulasi khusus untuk diikuti teman daerah untuk melaksanakan keputusan MK," lanjut Andi.

Menurut Andi, 'ancer-ancer' pelaksanaan pemilu ulang di sejumlah daerah sesuai keputusan MK. Menurutnya dengan memilih waktu bersamaan pilpres akan lebih efisien. Andi berharap pemilu ulang di sejumlah daerah di tanah air berjalan lancar.

"Harapan saya semua pihak melaksanakan keputusan MK dan mematuhi perundang-undangan, kalau masih ada pihak-pihak yang mempengaruhi demokrasi ya harus disanksi. Pemungutan suara ulang sebaiknya dilaksanakan bersamaan pilpres, jadi bisa kerja bersamaan," tutur Andi.

"Kalau penyelenggara ditemukan bukti kuat mereka melakukan upaya-upaya mengarang angka maka ini dulu yang harus diganti, KPU Kabupaten/Kota yang akan mengganti petugas KPPS," tegasnya.

(van/yid)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads