"Pendekatan SBY yang formalitas dan kaku tidak menarik untuk kaum muda. Kegiatan yang formalitas apalagi erat kaitannya dengan persepsi lamban dalam mengambil keputusan," ujar Direktur LIMA Ray Rangkuti dalam acara diskusi 'Perilaku Pemilih Muda dalam Pilpres 2009' di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakpus, Rabu (10/6/2009).
Kata 'Lanjutkan' yang menjadi ciri khas SBY tidak akan mampu lagi menarik pemilih. SBY juga dinilai tidak mampu menginspirasi perubahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ray menilai, isu neolib atau anti neolib merupakan isu penting bagi kaum muda. Terbukti, dalam setiap kampanyenya, SBY malah sibuk membantah isu tersebut.
"Dalam kampanye, SBY tidak memberi catatan lima tahun ke depan tapi malah membantah isu-isu seperti isu kerudung atau isu neolib," jelasnya.
(mok/iy)











































