Trio Alpha Konsolidasi Beruntun, Dewan Penasihat Bereaksi

Golkar Jelang Pilpres

Trio Alpha Konsolidasi Beruntun, Dewan Penasihat Bereaksi

- detikNews
Rabu, 10 Jun 2009 11:29 WIB
Trio Alpha Konsolidasi Beruntun, Dewan Penasihat Bereaksi
Jakarta - Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009, kondisi internal Partai Golkar tetap sarat goyangan. Tiga tokoh Golkar yang sering disebut Trio Alpha (Aburizal Bakrie, Agung Laksono, dan Akbar Tandjung) terus melakukan konsolidasi. Dewan Penasihat Golkar pun bereaksi.

Informasi yang dihimpun detikcom , manuver Trio Alpha itu terus dilakukan hingga saat ini. Ketiganya melakukan pertemuan-pertemuan untuk melakukan konsolidasi. Pada 6 Juni, mereka berkumpul di rumah Agung Laksono di Jalan Cipinang, Cimpedak, Jakarta Timur pada 6 Juni 2009. Dan pertemuan terbaru digelar di rumah Akbar Tandjung di Jalan Purnawarman Jakarta Selatan pada Senin (8/6/2009) malam.

Belum ada konfirmasi dari ketiga tokoh Golkar itu tentang dua pertemuan teranyar itu. Namun, sumber detikcom di Golkar meyakinkan bahwa pertemuan Trio Alpha itu memang ada. Kabarnya mereka terus bergerilya menggalang dukungan untuk mempercepat Musyawarah Nasional (Munas) Golkar dari rencana Desember 2009 menjadi Agustus 2009.

Pertemuan Trio Alpha pertama kali terjadi pada 18 Mei lalu di kediaman Aburizal Bakrie di Jalan Mendut, Jakarta Selatan. Saat itu, Agung Laksono mengakui ada pertemuan itu. Namun, dia membantah menggembosi JK-Wiranto. "Iya ada (pertemuan), hanya silahturahmi saja. Tidak ada pembicaraan ke arah situ (munaslub)," ujar Agung saat itu.

Informasi yang beredar di kalangan wartawan, skenario mempercepat Munas itu sebagai bagian dari rencana untuk menyelamatkan gerbong Golkar jika JK-Wiranto kalah dalam pilpres di putaran pertama. Sebab, jika JK-Wiranto kalah di Pilpres putaran pertama, ada kemungkinan Golkar tak mendapat jatah apa pun dalam pemerintahan. Hal ini sedikit bertentangan dengan kebiasaan Golkar yang tidak pernah menjadi oposisi.

Dengan menggelar Munas yang dipercepat sebelum putaran ke-II pilpres digelar pada September 2009, dengan asumsi JK-Wiranto kalah, Trio Alpha hendak menggusur JK dari kursi ketua umum. Jika JK sudah tergusur, langkah kubu ini untuk merapat ke SBY lebih mudah. Aburizal kabarnya akan diplot menjadi ketua umum Golkar dalam Munas dipercepat itu. Sementara kursi Ketua Dewan Penasihat diberikan kepada Akbar Tandjung.

Sikap Trio Alpha yang terlihat kontra dengan pasangan JK-Wiranto ini sebenarnya sudah tampak sejak awal. Ketidakhadiran mereka pada saat pasangan tersebut dideklarasikan di Tugu Proklamasi pada 10 Mei lalu sempat menimbulkan dugaan mereka tidak mendukung pasangan itu.

Ketiganya juga jarang tampak di Posko Slipi 2 di Jl Ki Mangunsarkoro, Menteng, tempat JK biasa mengumpulkan fungsionaris partai. Bahkan, Agung Laksono juga tidak masuk dalam struktur resmi Tim Sukses JK-Wiranto, padahal dia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Golkar.

Terhadap manuver Trio Alpha ini, kabarnya kubu JK tidak tinggal diam. JK menggandeng Surya Paloh dan anggota Dewan Penasihat Siswono Yudohusodo untuk membendung manuver Trio Alpha. Kubu ini juga intensif menggalang dukungan di daerah-daerah.

Nah, untuk mengcounter pertemuan beruntun dan manuver Trio Alpha dengan sejumlah DPD II Golkar inilah, Silatnas Dewan Penasihat Golkar digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2009). Silatnas diikuti oleh Dewan Penasihat dan pengurus Golkar dari daerah-daerah.

Ada fakta yang memperkuat tidak akurnya Trio Alpha dengan gerbong JK: Aburizal Bakrie dan Agung Laksono tidak hadir. Padahal keduanya memiliki jabatan strategis. Aburizal adalah anggota dewan penasihat dan Agung Laksono wakil ketua umum Golkar. Padahal, keduanya diundang ke acara ini.

Ketua Dewan Penasihat Golkar Surya Paloh dalam acara Silatnas ini mewanti-wanti dengan keras para kader Golkar untuk tidak terbujuk rayuan. "Saya ingatkan dan warning kepada seluruh kader Golkar untuk tetap mempertahankan komitmen memenangkan pasangan JK-Wiranto. Jangan kita terbujuk rayu pada kekuasaan semata," tegas politisi bercambang lebat itu.
(Rez/asy)


Berita Terkait