"Kita harus terus menjalin komunikasi dan saling menghormati. Pemerintah harus melanjutkan program-program pendidikan, disamping itu harus tetap mengelola perbedaan sebagaimana hadis nabi al ikhtilafu rahmah lil'alamin (perbedaan adalah rahmat bagi semesta alam)," kata Mbah Sahal dalam sambutannya di acara silaturahmi SBY dengan Mbah Sahal dan 5000 kiai se Jawa Tengah, di Pati, Jateng, Selasa (9/6/2009).
Menanggapi hal itu SBY tidak menyia-nyiakan waktu untuk menjelaskan visi-misinya jika nanti terpilih kembali dalam periode kedua. Menurut SBY, semua kekuatan yang ada di masyarakat harus bekerjasama membangun negeri, termasuk menjaga hubungan baik antara umaro dan ulama. Jika kedua kekuatan ini bersatu, lanjut SBY, program membangun negeri akan semakin mudah dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY juga menyinggung soal perlunya pengembangan pesantren agar kualitas pendidikannya setara dengan pendidikan lainnya. Menurut SBY peradaban suatu bangsa akan berkembang dengan baik jika dilakukan melalui pendidikan.
"Peradaban bangsa yang unggul dan mulia bisa melalui peran pendidikan. Peradaban bangsa erat dengan pendidikan keagamaan. Kita akan mengawal pendidikan pesantren supaya seimbang dengan pendidikan umum," paparnya.
Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKB Marwan Jafar yang juga menjadi fasilitator pertemuan SBY-Mbah Sahal menyampaikan apresiasi atas terbangunnya komunikasi antara ulama dan umaro. Dengan pertemuan ini akan menjadikan PKB semakin bersemangat untuk memenangkan SBY dalam pilpres mendatang.
"Sebagai penyelenggara, kami sangat berterimakasih kepada presiden yang telah berkenan membangun komunikasi dengan para kiai. Ini akan menjadi kekuatan kami untuk semakin bekerja keras memenangkan SBY-Boediono," pungakasnya.
(try/yid)











































