"Saya tidak pernah bermimpi jadi pengusaha. Tetapi karena saya keluar dari tentara, pensiun waktu itu Rp 900 ribu, sebagai mantan Panglima Kostrad. Alhamdulillah sekarang naik Rp 1,4 juta," kata Prabowo di hadapan 750 pemimpin Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia di Hotel Millenium, Jl Fakhrudin, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2009).
Dengan uang pensiun tersebut, Prabowo akhirnya menggeluti dunia bisnis atas bantuan adiknya yang sudah puluhan tahun berbisnis. Padahal dari awal dia sama sekali tidak punya keinginan untuk menjadi pengusaha. Malahan Prabowo dulu bercita-cita menjadi Panglima TNI berbintang empat.
"Tapi lumayanlah. Berharap bintang empat dapat bintang tiga. Makanya saya percaya pada ajaran-ajaran Bung Karno, gantungkanlah cita-citamu setinggi langit," papar Prabowo mantap.
"Karena pensiun seperti itu saya harus cari pekerjaan, saya jadi pedagang. Untung saya punya adik yang puluhan tahun jadi pengusaha," tutur mantan Danjen Kopassus tersebut.
Prabowo bercerita, dulu dia belum punya rumah sehingga harus numpang dulu di rumah sang adik, Hashim Djojohadikusumo. Prabowo akhirnya diminta untuk tinggal di rumah adiknya yang sudah lama kosong lantaran ditinggal ke luar negeri.
"Kamu tinggal saja ke rumah saya. Rumah saya kosong, saya sedang di luar negeri," ujar Prabowo menirukan adiknya.
Dan akhirnya, selama sekian tahun Prabowo menempati rumah adiknya tersebut hingga akhirnya bisa membuat rumah sendiri, itu pun jauh di luar Jakarta. "Lebih jauh dari Cikeas (rumah SBY). Jadi bagi Anda yang muda-muda harus punya rumah lebih selatan lagi," ucap Prabowo disambut tawa hadirin.
(anw/nrl)










































