"Ada Komisaris BUMN yang jadi tim sukses ini kemunduran bagi demokrasi kita," ujar Sekretaris Umum Tim Kampanye Nasional Mega Prabowo, Fadli Zon dalam konferensi pers di Mega-Prabowo Media Center (MPMC), Jl Prapanca Raya, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2009).
Menurut Fadli, jika hal-hal sepert ini dibiarkan akan menciderai proses pilpres dan pesta demokrasi 5 tahunan ini. Ia menilai ada pasangan capres-cawapres tertentu yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan pilpres 8 Juli mendatang. "Nanti pilpres tidak akan lebih baik dari Pileg kemarin" ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta agar menteri BUMN memberhentikan komisaris-komisaris BUMN yang terlibat jadi Timses, termasuk Sutanto," ujar itu Sekretaris II Tim Kampanye
Nasional Mega Prabowo, Hasto Kristiyanto.
Secara resmi Sutanto memimpin gerakan sayap pemenangan pasangan SBY-Boediono dalam Gerakan Pro SBY (GPS). Sutanto bersama-sama tokoh lintas partai memimpin GPS untuk operasi pemenangan SBY-Boediono dalam pilpres 8 Juli mendatang.
(rdf/yid)










































