Jadi Timses SBY-Boediono Sutanto Didesak Mundur dari Komisaris Pertamina

Jadi Timses SBY-Boediono Sutanto Didesak Mundur dari Komisaris Pertamina

- detikNews
Selasa, 09 Jun 2009 16:45 WIB
Jadi Timses SBY-Boediono Sutanto Didesak Mundur dari Komisaris Pertamina
Jakarta - Mantan Kapolri, Jenderal (Purn) Sutanto yang kini menjadi komisaris Pertamina masuk ke dalam jajaran tim sukses SBY-Boediono. Hal ini dinilai bertentangan dengan netralitas aparatur negara. Sutanto pun diminta mundur dari jabatannya di posisi komisaris Pertamina.

"Ada Komisaris BUMN yang jadi tim sukses ini kemunduran bagi demokrasi kita," ujar Sekretaris Umum Tim Kampanye Nasional Mega Prabowo, Fadli Zon dalam konferensi pers di Mega-Prabowo Media Center (MPMC), Jl Prapanca Raya, Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2009).

Menurut Fadli, jika hal-hal sepert ini dibiarkan akan menciderai proses pilpres dan pesta demokrasi 5 tahunan ini. Ia menilai ada pasangan capres-cawapres tertentu yang menghalalkan segala cara untuk memenangkan pilpres 8 Juli mendatang. "Nanti pilpres tidak akan lebih baik dari Pileg kemarin" ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Timses Mega-Prabowo pun meminta agar Sutanto mundur dari posisinya sebagai komisaris Pertamina jika ingin menjadi tim sukses SBY-Boediono atau sebaliknya.
"Kami meminta agar menteri BUMN memberhentikan komisaris-komisaris BUMN yang terlibat jadi Timses, termasuk Sutanto," ujar  itu Sekretaris II Tim Kampanye
Nasional Mega Prabowo, Hasto Kristiyanto.

Secara resmi Sutanto memimpin gerakan sayap pemenangan pasangan SBY-Boediono dalam Gerakan Pro SBY (GPS). Sutanto bersama-sama tokoh lintas partai memimpin GPS untuk operasi pemenangan SBY-Boediono dalam pilpres 8 Juli mendatang.
(rdf/yid)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini