"Saya berharap semua pihak tidak memutus tali silaturahmi. Islam melarang tindakan itu," kata SBY saat bertemu dengan kiai NU yang berlatar tarekat di Hotel Gumaya Semarang, Jl. Gajahmada, Selasa (9/6/2009).
SBY menambahkan, pilres berlangsung sesaat dan akan segera selesai, sehingga merugi jika semua pihak saling bermusuhan. Kerugian itu akan berdampak kepada bangsa dan negara.
"Kalau kita tidak bersatu dan rukun, lantas negara dan masyarakat dapat apa," ujarnya dengan nada sedikit bertanya.
Capres Partai Demokrat itu mengungkapkan, dirinya menghormati semua capres dan cawapres, Jusuf Kalla dan Wiranto dan juga Megawati dan Prabowo. Demikian pula terhadap siapapun dengan pilihannya masing-masing.
Ia mengajak semua capres berkompetisi secara sehat, beretika, dan berbudaya. "Selanjutnya, biarlah rakyat yang akan menentukan pilihannya masing-masing," imbuhnya.
Usai bertemu kiai NU, SBY mengunjungi kampus IKIP PGRI Semarang dan selanjutnya meluncur ke Pati dan Rembang. Sementara istrinya, Ani Yudhoyono menghadiri acara Fatayat NU di Masjid Agung Jawa Tengah, Jl. Gajah Raya Semarang.
(try/djo)











































