"Kalau dilihat kontennya, sama sekali tidak ada ajakan untuk itu (kampanye)," kata Sekjen PDIP yang juga penasihat Tim Sukses Mega-Prabowo, Pramono Anung, di rumah Mega, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2009).
Menurut Pramono, kunjungan Mega-Prabowo ke Rengasdengklok hanya untuk menghadiri haul Bung Karno yang dibingkai dengan cara keluarga. Terlebih saat itu Megawati sendiri diakuinya tidak memberikan komentar apa pun seputar pencalonan dirinya sebagai calon presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas tudingan itu, Pramono pun dapat memakluminya. Sangkaan seperti itu, menurutnya, merupakan hal yang biasa dihadapi pasangan capres-cawapres dari PDIP dan Partai Gerindra itu.
"Yang begitu kita senyum saja, tidak perlu ditanggapi. Kami yakin Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) tahu apa yang harus dilakukan," ungkapnya.
Pihaknya paham betul semakin mendekati masa kampanye akan banyak perlawanan serta tekanan dari berbagai pihak. Untuk itu, Pramono menambahkan, pihaknya tidak ingin memasuki wilayah dua tim lainnya.
Lebih lanjut, pihaknya tetap menuntut independensi Bawaslu dalam pelaksanaan kampanye ini.
"Termasuk soal kampanye damai yang besok diundur dari pukul 09.00 WIB menjadi malam hari karena soal waktu yang digunakan incumbent. Padahal seharusnya hal seperti itu harusnya tidak boleh terjadi karena KPU harus berdiri sama di semua calon yang ada," pungkasnya.
Kampanye damai digelar 10 Juni. Pada pagi harinya, SBY bertandang ke Jatim untuk meresmikan jembatan Suramadu. Seharusnya kampanye damai digelar 2 Juni, namun diundur 10 Juni.
(nov/nrl)











































