"Mereka yang mengatakan tidak mungkin, tidak mungkin, tidak mungkin, harusnya minggir saja dari pemerintahan. Yang merasa tidak mampu dan tidak mungkin jangan mau merancang dan mengendalikan lama-lama ekonomi Indonesia," kata Prabowo.
Hal tersebut dia sampaikan di hadapan 750 pemimpin Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia di Hotel Millenium, Jl Fakhrudin, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2009).
Prabowo optimistis bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dua digit jika menang dalam Pilpres mendatang. Jika ada suara-suara yang mengatakan bahwa itu adalah angin surga, menurut Prabowo, mereka kalah sebelum perang.
"Kita mengatakan bisa pertumbuhan dua digit, tidak mungkin (kata SBY). Belum perang sudah menyerah. Apa kata tidak mungkin ini menunjukkan rasa rendah diri? Bangsa yang bangkit harus mengatakan mungkin, bisa dan akan mampu," ujar mantan menantu Soeharto tersebut.
Prabowo bercerita, dulu ada pemuda-pemuda Indonesia yang dikejar-kejar penjajah lantaran menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai semangat untuk meraih kemerdekaan. "WR Supratman dikejar-kejar karena membuat lagu kebangsaan. Bung Karno ditertawakan, bagaimana Indonesia bisa merdeka," imbuhnya berapi-api.
Dia menambahkan, pihak-pihak yang menyangsikan janji Mega-Prabowo soal pertumbuhan ekonomi dua digit mendingan mundur saja. "Anda istirahat saja. Kasih kesempatan kepada mereka yang mau dan berani berusaha," pungkas mantan Danjen Kopassus ini.
Sebelumnya, capres yang diusung oleh Partai Demokrat dan beberapa partai peserta koalisi, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyindir janji Mega-Prabowo soal pertumbuhan ekonomi dua digit dianggap menjanjikan angin surga.
(anw/nrl)











































