"Pencoretan nama saya sebagai jurkamnas hanya sebuah strategi. Pak SBY bilang Hut, jangan kendor menghadapi serangan lawan," kata Ruhut melalui pesan singkatnya kepada detikcom, Selasa (9/6/2009).
Ruhut pun tidak begitu saja menyerah setelah dipecat. Ruhut mengaku mendapat tugas khusus sebagai bayonet yang siap memenangkan SBY-Boediono dalam satu putaran. "Saat ini saya dipercaya menjadi bayonet untuk memenangkan SBY-Boediono," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perihal reshuffle ini diketahui dari surat pemberitahuan resmi yang diterima KPU pada 4 Juni lalu. Berikut isi surat tertanggal 1 Juni 2009 yang ditandatangi oleh Hatta Rajasa dan Marzuki Ali selaku Ketua dan Sekretaris Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono.
(ddg/yid)











































