"Jangan kita mengelus-elus senjata baru, tapi rakyat kelaparan," ujar Mayjen (Purn) Irvan Edison, staf khusus Kepresidan RI bidang pertahanan, pada detikcom, Selasa (9/6/2009).
Prinsip kebijakan pemerintahan SBY untuk anggaran pertahanan dalam APBN, bahwa prosentasenya tidak lebih besar dari anggaran program kesejahteraan masyarakat. Karenanya beberapa tahun terakhir alokasinya ada di posisi ke tiga setelah anggaran pendidikan dan pembangunan infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau Pak SBY bilang anggaran pertahanan dipangkas, itu untuk pos non prioritas seperti administrasi dan pengadaan baru yang bisa ditunda. Saya pikir kebijakan Beliau ke depan bila terpilih kembali, masih seperti itu," imbuh mantan asisten KSAD ini.
Pernyataannya ini menanggapi isu minimnya anggaran pertahanan menyusul jatuhnya helikopter TNI AD di Cirebon (8/6). Musibah itu terjadi tidak lama setelah jatuhnya pesawat angkut Hercules TNI AU yang menewaskan seratusan orang di Magetan dua pekan sebelumnya.
Kejadian beruntun tersebut lalu menjadi isu politik yang digulirkan kontestan Pilpres 2009. Pasangan Mega-Prabowo berjanji bila terpilih sebagai duet pucuk Pemerintahan RI 2009-2014, anggaran pertahanan mereka naikkan hingga 3 kali lipat.
"Ya itu terserah Bu Mega. Semua tentu ingin memberikan yang terbaik, tapi harus logis dan yang penting jangan sampai rakyat menderita," komentar Irvan yang juga tergabung dalam tim pemenangan SBY-Boediono itu.Β
(lh/asy)











































