Ketua DPP PKS Mahfudz Siddiq tidak mau berkomentar banyak mengenai tidak masuknya Hidayat dalam struktur tim pemenangan SBY-Boediono dan jurkamnas SBY dalam pilpres 8 Juli nanti. Padahal sosok Hidayat masih menjadi magnet tersendiri bagi kader PKS di seluruh Indonesia.
Mahfudz menilai tidak masuknya Hidayat dalam struktur jurkamnas dan kampanye SBY-Boediono karena semata-mata alasan teknis. Menurutnya, tidak mungkin sosok sebesar Hidayat yang saat ini menjabat Ketua MPR hanya mengurusi teknis kampanye dan jurkamnas dengan bergabung di Tim Nasional Pemenangan SBY-Boediono.
"Terlalu teknis (kalau masuk tim dan jurkamnas). Beliau kan Ketua MPR," kata Mahfudz kepada detikcom melalui pesan singkatnya, Senin (8/6/2009) malam.
Dalam struktur daftar jurkamnas SBY-Boediono yang diperoleh detikcom, nama-nama beken yang selama ini merepresentasikan PKS seperti Hidayat Nur Wahid, Zulkieflimansyah, Fachri Hamzah, Mahfudz Siddiq dan lainnya tidak masuk struktur. PKS hanya mengajukan 18 nama untuk dimasukkan dalam struktur jurkamnas dan tim nasional kampanye SBY-Boediono.
Mereka adalah Suharna Surapranata (Ketua MPP), Tifatul Sembiring, Anis Matta, Soeripto, Martri Agung, Adang Dorojatun, Alfitra Arsil, Shohibul Iman, Ahmad Mabruri, Khoirul Anwar, Makmur Hasanuddin, Syahfan Badri, Suswono, Sigid Susiantono, Triono, Abdurrachman Amin, Cahyadi Takariawan dan Isbir.
(yid/mad)











































