"Beliau berdua kan mudah berbicara. Kita kuatir kalau mereka terpancing lalu kontraproduktif," tutur seorang anggota Tim Sukses SBY-Boediono pada detikcom, Selasa (9/6/2009).
Penyataan sumber detikcom ini tidak dimaksudkan untuk asal menuding dua sejawatnya itu. Sudah ada kasus selip lidah oleh Ruhut Sitompul dan Ahmad Mubarok yang berakibat cukup fatal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
sasaran serangan saingan SBY-Boediono dalam Pilpres 2009.
Jauh sebelum itu adalah kasus selip lidah Ahmad Mubarok, yaitu tentang prediksi perolehan suara Partai Golkar yang hanya 2,5 persen. Penyataan itu sebenarnya dimaksudkan ilustrasi dan hanya menanggapi pertanyaan pers, tapi akibatnya teramat fatal.
Ketum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) tersinggung dengan pernyataan itu yang segera saja diikuti elit lain partai itu. Meski SBY selaku Ketua Dewan Pembina PD turun tangan langsung menjernihkan masalah, tak urung hubungan dengan Golkar jadi renggang.
Bahkan kejadian pada akhir 2008 itu disebut sebagai awal berakhirnya kebersamaan SBY-JK di pemerintahan dan PD-Golkar di parlemen. Dua pihak yang masih terikat koalisi itu akhirnya berada di posisi berseberangan dalam Pilpres 2009.
(lh/mad)











































