Saurip Kadi : Tiga Capres Tidak Tawarkan Ide Baru

Saurip Kadi : Tiga Capres Tidak Tawarkan Ide Baru

- detikNews
Senin, 08 Jun 2009 18:25 WIB
Saurip Kadi : Tiga Capres Tidak Tawarkan Ide Baru
Jakarta - Mantan Asisten Teritorial (aster) KSAD, Mayjen (purn) Saurip Kadi mengatakan tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dalam Pilpres 2009 tidak menawarkan ide-ide baru. Dia pun mempertanyakan ide ekonomi kerakyatan yang ditawarkan oleh c apres-cawapres.

"Tidak ada persaingan ide di antara mereka. Apa yang ditawarkan?" kata Saurip Kadi dalam acara diskusi di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta di Jl Agus Salim, Senin (8/6/2009).

Saurip pun mempertanyakan konsep ekonomi kerakyatan yang diusung oleh tiga pasangan capres tersebut. "Mengapa masih banyak mal-mal berdiri dan mengapa banyak pasar-pasar rakyat yang disingkirkan," ungkap dia.

Menurut dia, kesalahan pemerintah terdahulu sampai sekarang, mulai dari zaman Soeharto adalah membuat semua menjadi seragam atau sama. Termasuk juga masuknya usaha-usaha dengan modal besar sehingga mematikan ekonomi kecil.

Dia mencontohkan dulu di daerah-daerah banyak berdiri pabrik mie, pabrik kecap, minyak goreng dari kelapa denng skala kecil yang dibuat oleh rumah tangga. Namun setelah itu berdirilah pabrik mi, kecap, sauce dan minya goreng yang besar.

"Mereka menggusur yang kecil. Bahkan lagunya ada yang meniru," kata Saurip didampingi aktor kawakan Dedy Mizwar.

Saurip juga mengkritik presiden dan wakil presiden yang masih menjabat saat ini yang sudah tidak kompak. Sebab mereka sudah bersaing untuk memperebutkan kursi Presiden pada pilpres 8 Juli 2009 nanti.

"Presiden dan wapres, kok lain partai. Presiden ke kanan, wapresnya ke kiri, saling menghujat dan saling bersaing. Dan di dunia itu tidak ada capres yang gagal itu maju lagi," kritik Saurip yang menulis buku "Mengutamakan Rakyat" itu.

Saurip juga mengatakan bersama Dedy Mizwar dirinya tidak akan menjadi pesaing para capres dan cawapres yang maju dalam pilpres mendatang. "Saurip Kadi dan Dedy Mizwar tidak mencari jabatan. Kami bukan pesaing mereka tapi ingin menyelamatkan Indonesia," pungkas Saurip yang mempopulerkan sebutan Desak Merak singkatan Dedy Mizwar-Saurip Kadi Mengutamakan Rakyat itu.

(bgs/djo)


Berita Terkait