Status Sutanto di Tim Sukses SBY-Boediono Dipertanyakan

Status Sutanto di Tim Sukses SBY-Boediono Dipertanyakan

- detikNews
Senin, 08 Jun 2009 17:07 WIB
Jakarta - Sejumlah nama yang menjabat komisaris di beberapa BUMN dipertanyakan saat bersedia menjadi tim sukses SBY-Boediono. Aktivitas para komisaris di tim sukses ini bisa menimbulkan conflict of interest karena dinilai akan mampu memanfaatkan nilai-nilai ekonomis di beberapa perusahaan plat merah tersebut.

"Pemerintah tidak konsisten dengan membiarkan para komisaris menjadi tim pemenangan SBY-Boediono. Padahal itu bisa mengganggu prinsip good corporate governance," jelas Ketua Masyarakat Profesional Madani Ismed haqsan Putro kepada detikcom, Senin (8/6/2009).

Saat ini komisaris BUMN yang jadi tim inti pemenangan SBY-Boediono antara lain, mantan Kapolri Jenderal Pol Sutanto, yang menjabat sebagai komisaris utama PT Pertamina. Sutanto saat ini menjadi Ketua Dewan Pembina Gerakan Pro SBY (GPS). Sementara Komisaris Utama PT Indosat Tbk Soeprapto saat ini menjadi di Tim
Sekoci SBY-Boediono. Soeprapto merupakan pimpinan "operasi senyap" untuk memenangkan pasangan SBY-Boediono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IsmedΒ  menilai kiprah Sutanto dan Soeprapto di tim sukses merupakan tindakan yang lucu. Soalnya sebelumnya Kementerian BUMN memberikan teguran keras kepada
serikat pekerja PLN yang memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto. "Harusnya pemerintah memberhentikan Sutanto maupun Soeprapto jika memang menjadi tim sukses SBY-Boediono," tandas Ismet.

Sementara Sekertaris Kementerian BUMN Said Didu saat dihubungi detikcom mengatakan, saat ini persoalan komisaris BUMN yang jadi tim sukses pasangan
capres-cawapres sudah bukan kewenangan Kementerian BUMN. Sebab sudah menyangkut masalah hukum yang ada di tangan Bawaslu.

"Kami sudah mengeluarkan surat edaran untuk menindak para pejabat BUMN yang terlibat tim sukses. Jadi sekarang kewenangan tersebut ada di Bawaslu," pungkas
Didu.

(zal/yid)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads