Namun mantan perwira tinggi TNI AD ini membantah isu tersebut. Kivlan mengaku tidak termasuk dalam tim sukses capres-cawapres mana pun.
"Saya bukan kutu loncat. Saya ini independen. Tidak termasuk tim sukses mana pun," ujar Kivlan saat ditemui detikcom di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin orang menilai karena kedekatan saya dengan Prabowo, tapi saya tidak pernah diminta menjadi tim sukses Mega atau Prabowo," jelasnya.
Ia bercerita dirinya sudah lama tidak bertemu dengan Prabowo. Selain itu, dirinya mengaku kesulitan jika ingin bertemu dengan Prabowo. "Bagaimana mungkin sudah lama tidak ketemu kok jadi tim sukses," katanya.
Kivlan pun menjelaskan kedatangannya ke deklarasi relawan SBY-Boediono, Pandu 57 pada tanggal 4 Juni 2009 kemarin, bukan dalam bentuk dukungan kepada SBY-Boediono. "Saya menghargai undangan saja. Kebetulan ada Budi Prakoso. Dia itu yang berjasa memfasilitasi gencatan senjata antara saya dengan Wiranto," candanya.
Menurut Kivlan, ia tidak mau menjadi tim sukses capres-cawapres mana pun. "Nanti lidah saya kelu. Kalau bicara apa-apa nanti disebut black campaign," tutupnya.
(rdf/asy)











































