Penguatan Khusus di Wilayah Khusus

Pemenangan SBY-Boediono

Penguatan Khusus di Wilayah Khusus

- detikNews
Senin, 08 Jun 2009 04:50 WIB
Penguatan Khusus di Wilayah Khusus
Jakarta - Tim pemenangan SBY-Beodiono menyiapkan perlakuan khusus guna meraih dukungan di basis kuat massa tradisional capres tertentu. Pelaksanaannya diserahkan ke tim resmi bentukan parpol koalisi dibantu oleh tim-tim sayap.

"Tentu saja ada penguatan tim di sana. Terutama ke tim yang memang lebih kuasai kondisi di sana, terutama tim lokal bentukan parpol koalisi," kata Hadi Utomo, Ketua koalisi parpol pendukung SBY-Boediono, kepada detikcom, Minggu (7/6/2009).

Setidaknya ada tiga propinsi yang menjadi perhatian tim pemenangan
SBY-Boediono. Yakni Jawa Tengah dan Bali yang merupakan kantong pendukung Megawati Soekarnoputri, serta Sulawesi Selatan yang berpeluang besarΒ  menjadi lumbung suara bagi Jusuf Kalla (JK).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadi keberatan menjelaskan penguatan macam apa yang diberikan pada tim-tim lokal bentukan parpol koalisi. Menurutnya, masalah teknis demikian merupakan wewenang tim pelaksana kampanye nasional. Tapi tim yang dimaksud rupanya juga enggan menjawab.

"Saya nggak mau bicara itu," ujar Djoko Suyanto, Wakil Ketua Tim Pelaksana Kampanye.

Untung saja Irvan Edison, dari relawan Tim Sekoci, mau memberikan sedikit keterangan.Β  Menurut purnawariwan Mayjen TNI ini misi utamanya adalah mempertahankan suara massa pendukung PD dan parpol koalisi di daerah bersangkutan agar tetap untuk SBY-Boediono.

Penguatan juga terhadap metode pendekatan terhadap kelompok massa mengambang yang hingga kini belum menetapkan pilihannya. Maka tim yang bertugas di daerah-daerah khusus tersebut harus lebih intensif memperkenalkan SBY-Boediono berikut program-program kerjanya kelak.

"Bisa sambil ngobrol-ngobrol di warung nasi atau ngopi-ngopi di pangkalan ojek, misalnya," imbuhnya.

Namun dia sadar bahwa tim kontestan lain tentu juga melakukan hal serupa, tidak terkecuali menyerang daerah yang menyumbang suara tinggi pada pemilihan legislatif 2009.

Mengenai bagaimana tim Sekoci menangkal serangan tersebut, Irvan tidak bersedia menjelaskan strategi penguatannya.

"Yang jelas siapa yang bangun lebih pagi, akan dapat duluan. Nggak
perlu juga lah bergerak 24 jam, nanti capek sendiri dan malah ngawur,"
ujarnya berilustrasi.
(lh/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads