"Menurut saya kurang wajar, karena pada saat yang sama hasil survei LSN tidak setinggi itu," ujar Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar Bakry kepada detikcom, Minggu (7/6/2009).
Menurut Umar, siapa pun yang melakukan survei kecendurgan elektebilitas SBY memang jauh lebih unggul dari para kompetitor. Namun LSI Saiful Mujani, kata dia, sudah terbiasa memberikan angka lebih tinggi dibanding hasil survei yang lain.
"Lebih tinggi rangking benar, tapi agak ketinggian," kata Sekjen Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI) ini.
Seharusnya, lanjut Umar, lembaga survei dapat memberikan hasil survei seobjektif mungkin. Dibayar atau tidak, data yang disampaikan harus apa adanya.
"Jangan untuk menyenangkan klien," tandasnya.
(did/lrn)











































