"Penyandang cacat diharapkan memilih pemimpin yang memiliki keberpihakan sesuai dengan program yang dibutuhkan penyandang cacat," kata Ketua Umum Pemilu Akses Penyandang Cacat (PAPC) Ariani di Hotel Grand Sawit Jl Basuki Rahmad, Samarinda, Kalimantan, Sabtu (5/06/2009).
Ariani menyatakan penyandang cacat juga memiliki hak yang sama sebagai warga negara. Sebab itulah hendaknya digunakan untuk memilih pemimpin yang berkualitas.
"Penyandang cacat harus cerdas. Jangan hanya asal ikut-ikutan memilih calon pemimpin," ujarnya.
Di Samarinda, PAPC menggelar simulasi Pilpres yang diikuti 175 orang peserta yang terdiri 100 orang penyandang cacat dan 75 orang dari PPK dan PPS.
"Kami ingin berikan pemahaman bagi penyandang cacat, khususnya tuna netra. Kalau tidak ada peragaan mereka tidak akan mengerti cara mencontreng," terang Ariani.
(nal/nal)










































