LSI Patok 7%, Tim JK-Wiranto Yakin 35 %

LSI Patok 7%, Tim JK-Wiranto Yakin 35 %

- detikNews
Jumat, 05 Jun 2009 13:41 WIB
LSI Patok 7%, Tim JK-Wiranto Yakin 35 %
Jakarta - Tim kampanye nasional JK-Wiranto benar-benar gerah dengan pengumuman hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan pasangan bernomor urut 3 ini hanya mendapat 7 persen. Hasil survei internal JK-Wiranto menunjukkan angka yang signifikan, sekitar 35-40 persen.

"Hasil Survei LSI tidak bisa dipercaya. Kami sudah melakukan survei internal dan membuat perkiraan. Memang kita tidak mematok angka tertentu, kita realistis. Tetapi derasnya dukungan-dukungan dari masyarakat akhir-akhir ini hitungan kami mampu menembus 35-40 persen," kata Juru Bicara Tim Sukses JK-Wiranto, Yuddy Chrisnandi kepada detikcom, Jumat (5/6/2009).

Yuddy menuturkan hitung-hitungan dari internal Tim JK-Wiranto bisa optimistis memperoleh 35 %. Modal awal pasangan ini adalah 18 persen sebagai hasil dari gabungan suara Partai Golkar dan Hanura. Modal ini diyakini akan bertambah seiring dengan dukungan dari kalangan orma Islam seperti NU, Muhammadiyah dan ormas lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan modal awal sekitar 18 persen, itu saja tidak masuk akal kalau kita hanya diletakkan di angka 7 dalam surveinya LSI yang dibayar Fox itu. Apalagi ditambah dukungan dari masyarakat yang terus mengalir akhir-akhir ini," paparnya.

Dukungan terhadap pasangan yang mengklaim kombinasi nusantara ini juga diyakini akan signifikan dari sisi representasi Jawa-luar Jawa dan sipil-militer. Sementara faktor ini sama sekali tidak diperhatikan secara serius dan akuntabel dalam survei LSI.

"Penipuan publik kalau hasil survei ternyata hanya sekadar meningkatkan popularitas pasangan tertentu tanpa menafikan realitas lapangan. Apapun itu, pasangan Pak JK-Wiranto itu representasi Jawa-luar Jawa-nya bagus. Belum lagi soal paduan sipil-militer juga bagus. Ini tidak dihitung secara fair oleh LSI," paparnya.

Menurut Yuddy, hasil survei LSI yang menempatkan SBY-Boediono menang telak sampai 70 persen suara merupakan bentuk kepanikan terhadap gencarnya dukungan masyarakat terhadap lawan-lawannya. Selain itu menempatkan pasangan lawannya di angka yang tidak rasional merupakan bentuk pelecehan sistematis demi kepentingan pemenangan capres tertentu.

"Hasil survei LSI yang diumumkan kemarin itu tidak hanya bentuk pelecehan terhadap capres lawannya, tetapi juga bentuk kepanikan. Khawatir yang berlebihan, kalau-kalau kalah sehingga hasilnya direkayasa sedemikian rupa," pungkasnya.

Yuddy memninta masyarakat mewaspadai cara-cara seperti ini untuk memenangkan pilpres ke depan. Karena jika masyarakat abai dengan modus ini, bukan tidak mungkin hasil Pilpres akan disesuaikan dengan hasil survei sebagaimana yang yang terlihat dalam hasil Pemilu Legislatif. (yid/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads