"Neolib itu sendiri, saya kurang mengerti. Itu bahasanya dari Amerika Serikat (AS)," kata Boediono.
Hal itu disampaikan Boediono menjawab pertanyaan seorang pedagang, Jumiati, yang meminta tanggapan Boediono mengenai neoliberal di Pasar Jelambar, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boediono pun membantah kampanyenya di pasar bukan sebagai ajang untuk menepis isu neoliberal. "Saya hanya ingin melihat, hanya ingin mendengar," cetus suami Herawati ini.
(aan/iy)











































