"Kami menolak NKRI menggunakan ideologi neoliberalisme, karena hanya akan mengutamakan kepentingan asing dan segelintir pengusaha dan mematikan ekonomi kerakyatan," kata Sekjen DPP Barindo Raya, Jackson Kumaat kepada detikcom, Kamis (4/6/2009).
Jackson menambahkan, ideologi ekonomi selain berdasarkan asas UUD 1945 dan Pancasila, dikhawatirkan akan merusak sendi-sendi ekonomi kerakyatan, yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat menengah ke bawah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hegemoni ekonomi neoliberalisme, kata Jackson, semakin terlihat lima tahun terakhir. Modusnya dengan membuat peraturan-peraturan tentang perekonomian yang pro asing. Akibatnya, kemandirian ekonomi bangsa jadi terancam.
"Untuk mengantisipasi hancurnya paham ekonomi kerakyatan, kami sudah memberikan draft usulan kepada kubu Mega-Prabowo, agar konsep ekonomi nasional diarahkan kembali ke ideologi dasar yang dibangun para pendiri bangsa," tandasnya.
Barindo Raya saat ini disebut-sebut sebagai relawan pasangan Mega-Prabowo. Ormas tersebut didirikan oleh mantan Sekjen Dewan ketahanan Nasional (Watanas) Letjen TNI (Purn) M Yasin.
(zal/mok)











































