"Boleh-boleh saja survei, tapi jika digunakan untuk kampanye salah satu kandidat itu tidak boleh, karena meremehkan kandidat yang lain. Itu bisa disebut dengan black campaign," ujar anggota dewan pembina partai Gerindra, Haryanto Taslam ketika ditemui detikcom, di Mega-Prabowo Center, Jl Prapanca raya, Jaksel, Kamis (05/06/09) malam.
Hartas, panggilan akrabnya, mengaku tidak yakin dengan hasil tersebut. Hal tersebut dinilainya merupakan salah satu pesanan salah satu tim sukses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hartas, Gerindra sebenarnya juga telah melakukan survei. Namun survei tersebut digunakan untuk keperluan internal, seperti penyusunan strategi serta evaluasi hasil kerja tim kampanye. Sehingga tidak untuk dipublikasikan.
"Kita juga melakukan survei, tapi tentunya tidak untuk dipublikasikan, karena untuk kebutuhan internal saja," imbuhnya.
(amd/mok)











































