Hal itu terungkap dalam diskusi 'Capres-Cawapres Pengusaha, Berbahayakah?' yang digelar di Hongkong Cafe, Jl Sunda, Jakarta, Kamis (4/6/2009).
"Katakanlah presidennya orang perikanan, dana perikanan secara tidak langsung akan lebih besar," kata Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Danang Widoyoko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diakui atau tidak, ada semacam strategic partner yang akan membawa pengusaha atau keluarga mencari keuntungan dari penguasaan sebuah negara," katanya.
Danang menyatakan dari kasus-kasus korupsi yang terjadi, hampir semuanya merupakan pengadaan barang dan jasa. Penyelenggara negara kongkalikong bersama pengusaha menabrak aturan tender dan melakukan mark up.
"Ini yang perlu ditakutkan, karena pertimbangan rasional dalam kerangka yang lebih besar akan terabaikan,"
Pengamat Ekonomi Faisal Basri mencontohkan, persoalan listrik di Indonesia tidak akan pernah beres kalau dipegang Jusuf Kalla, karena di dalamnya ada konflik kepentingan. Hal sama terjadi dalam proyek pembangunan monorail.
"Monorail awalnya akan dikerjakan konsorsium A, lalu konsorsium B, akhirnya ke Bukaka tapi tidak punya uang. Lalu cari sampai Timur Tengah nggak dapat-dapat juga. Akhirnya seperti ini, malah merugikan rakyat," kata Faisal.
Hal yang sama juga terjadi pada proyek pembangunan jalan tol. βSekretaris Wakil Presiden malah menjadi komisaris jalan tol,β kata Faisal.
Faisal juga mengkritik proyek pembangunan bandara di berbagai daerah. Menurutnya, pembangunan bandara tidak memenuhi kebutuhan masyarakat akan perlunya sistem transportasi yang massal dan berkesinambungan.
"Harusnya yang dibangun di pelabuhan. Memang ada pelabuhan yang dibangun, tapi itu untuk mengangkut mobil, bukan untuk kebutuhan rakyat," kata Faisal.
Faisal menyinggung pembangunan pelabuhan itu terkait dengan salah satu bisnis keluarga Kalla. "Jusuf Kalla punya bisnis mobil di Makassar sana,"
Faisal juga menduga pengangkatan Sofian Djalil sebagai Menteri Negara BUMN juga bagian dari cara JK mengamankan bisnis pribadi yang berasal dari proyek-proyek BUMN.
"Sofyan Djalil itu orang dekat JK," pungkasnya.
(zal/mok)











































