Kwik Kian Gie Kritik Pidato Boediono

Kwik Kian Gie Kritik Pidato Boediono

- detikNews
Kamis, 04 Jun 2009 18:43 WIB
Kwik Kian Gie Kritik Pidato Boediono
Jakarta - Pidato BoedionoΒ  'Indonesia Menggugat' saat deklarasi pasangan SBY-Boediono di Bandung beberapa waktu lalu dikritik oleh ekonom, Kwik Kian Gie. Ia menilai Boediono hanya berusaha menarik simpati rakyat lewat pidato yang meniru pledoi Bung Karno tahun 1930 itu.

"Gugatannya sebagai propaganda untuk dirinya supaya dipilih sebagai wakil presiden di bulan Juli 2009 mendatang," kata Kwik dalam acara diskusi bertajuk 'Ekonomi Pro Rakyat dan Ekonomi Pro Asing' di Jakarta, Kamis (4/5/2009).

Menurut Kwik,Β  Indonesia Menggugat oleh Bung Karno sangatlah berbeda dengan yang dikutip Boediono. Sebab, Bung Karno tidak ada motif lain saat membacakannya di depan majelis hakim Belanda saat itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perilaku Bung Karno (saat itu) tidak pernah diarahkan menjadi Presiden RI. Dia berjuang supaya Indonesia merdeka dengan pengorbanan apa saja," kata mantan Menko Ekuin itu.

Seperti dikutip Kwik, dalam deklarasi 15 Mei 2009 itu, Boediono mengatakan "Di awal abad ke-20 Bung Karno di Kota Bandung ini menyatakan Indonesia menggugat. Waktu itu Indonesia menggugat penjajahan yang menjadikan negara terbelenggu dan merasa kerdil. Di awal abad ke-21 ini, Indonesia juga selayaknya menggugat. Kini yang kita gugat adalah penjajahan oleh kekuatan dari luar dan dari dalam," jelasnya.

Kwik pun menanyakan perihal penjajahan dari luar dan dalam yang disebut Boediono itu. "Siapa kekuatan dari luar dan dalam itu. Ini semua tidak dijawab. Ini hanya dilempar, dilempar, dilempar," katanya.

Kwik menduga, target penjajahan yang ada dalam benak Boediono adalah penghisapan kekayaan bangsa Indonesia oleh bangsa asing, yang dibantu oleh kroni dan komrador bangsa Indonesia sendiri. Hal yang justru diakui Boediono sendiri sebagai seorang yang dianggap penganut paham neoliberal.

(lrn/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads