"Kita harus tahu bahwa survei LSI ini dibiayai oleh Fox (Indonesia) dan Fox itu tim konsultan SBY. Saya melihat ada kecenderungan penggiringan opini oleh lembaga-lembaga survei yang mayoritas ada di tim SBY," kata anggota tim sukses Megawati-Prabowo, Maruarar Sirait kepada wartawan saat Pemaparan Hasil Survei LSI di kantor LSI, Jl Lembang Terusan D-57 Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2009).
Dikatakan dia bahwa data hasil survei tersebut sebenarnya menjadi masukan bagi tim Mega-Prabowo untuk lebih bekerja keras, tetapi sangat disayangkan karena data hasil survei sangat tidak jelas dan terkesan sepihak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim Megawati-Prabowo mencurigai bahwa ada skenario penggiringan opini supaya pilpres dapat diselesaikan dalam satu putaran. Dan hal itu terlihat jelas dalam hasil survei yang dirilis oleh lembaga survei yang menjadi bagian dari tim sukses salah satu capres.
"Pilpres masih ada 30 hari lagi, tetapi opini untuk menggiring satu putaran itu kuat sekali. Kenapa ini bisa terjadi? Pasti ada sinergisitas dari pihak-pihak tertentu yang kemudian berusaha mensosialisasikan ini ke masyarakat," ujar Maruarar.
Saat ditanya bagaimana peluang Megawati-Prabowo dalam menghadapi pilpres Juli mendatang, Maruarar menjawab "Kami realistis, target kami 2 putaran dan di putaran kedua Megawati-Prabowo menang," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, jika pemilihan presiden dilakukan sekarang, pasangan SBY-Boediono akan keluar sebagai pemenang. Pasangan yang diusung koalisi Partai Demokrat ini memperoleh 70% suara. Mega-Prabowo menyusul berikutnya dengan 18 %, dan JK-Wiranto 7%. Masyarakat yang menjawab belum tahu dan belum menentukan pilihan sebanyak 5 %.
Demikian hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang disampaikan di Kantor LSI, Jl Lembang Terusan D-57, Jakarta, Kamis (4/6/2009). Survei dilakukan pada tanggal 25-29 Mei 2009 di 33 provinsi, dengan 2999 responden, pada tingkat kepercayaan 95% dengan margin error +/- 1,8 %.
(nvc/asy)











































