"Kami meragukan kredibilitas hasil survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga survei yang juga tim sukses pasangan tertentu. Apalagi dia menetapkan teralu tinggi untuk pasangan tersebut. Ini kejahatan intelektual dan kebohongan publik," kata Jubir Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto, Yuddy Chisnandi, kepada detikcom, Kamis (4/6/2009).
Menurut politisi muda Partai Golkar ini, modus publikasi hasil survei semacam ini dimaksudkan untuk memenangkan capres tertentu dengan cara menggiring publik untuk meyakini kebenarannya. Hal ini dilakukan untuk menjadi payung agar nanti dalam proses pileg dapat dilakukan apa pun agar dapat memenangkan kompetisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuddy mengimbau kepada semua masyarakat dan tim sukses JK-Wiranto untuk tidak mempercayai hasil survei LSI. Para pendukung JK-Wiranto dan masyarakat diajak untuk bersama-sama membuktikan bahwa survei LSI bohong dan tidak sesuai dengan fakta lapangan.
"Kami menghimbau selurh masyarakat khususnya tim kampanye JK-Wiranto di seluruh tanah air untuk tidak terpangaruh dengan hasil survei tersebut sekaligus waspada mengawasi proses pelaksanaan pemilu agar tidak dinodai oleh kecurangan yang dilakukan pasangan lain," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, jika pemilihan presiden dilakukan sekarang, pasangan SBY-Boediono akan keluar sebagai pemenang. Pasangan yang diusung koalisi Partai Demokrat ini memperoleh 70% suara. Mega-Prabowo menyusul berikutnya dengan 18 %, dan JK-Wiranto 7%. Masyarakat yang menjawab belum tahu dan belum menentukan pilihan sebanyak 5 %.
Demikian hasil survei Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang disampaikan di Kantor LSI, Jl Lembang Terusan D-57, Jakarta, Kamis (4/6/2009). Survei dilakukan pada tanggal 25-29 Mei 2009 di 33 provinsi, dengan 2999 responden, pada tingkat kepercayaan 95% dengan margin error +/- 1,8 %.
(yid/asy)











































