"Diam itu banyak manfaatnya. Lagi pula, tidak ada yang urgent untuk saya bicarakan, toh tidak ada capres atau cawapres dari PAN. Kalau ada capres atau cawapres dari PAN dan saya tidak muncul, itu baru aneh," kata SB kepada wartawan di Jakarta, Kamis (4/6/2009).
SB juga menilai, semua polemik yang terjadi adalah merupakan persoalan internal PAN. Karena itu, SB memilih menyelesaikan persoalan ini secara internal pula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas, sambung SB, dia tetap menjalankan tugasnya selaku ketua umum dengan baik. Salah satunya adalah menjaga agar semuanya berjalan sesuai konstitusi partai.
"Tugas saya adalah menjaga agar konstitusi tidak dilanggar. Dan itu yang saya pegang teguh," tegas SB.
Seperti diketahui, pascarakernas PAN di Yogyakarta, SB melakukan aksi mogok bicara ke publik.Β Padahal banyak hal yang perlu dia tegaskan terkait koalisi di Pilpres 2009.
Sikap SB ini menimbulkan berbagai sinyalemen. Salah satunya, sikap itu diambil SB karena kecewa dengan keputusan Rakernas yang memutuskan PAN berkoalisi dengan Demokrat dan mengajukan Hatta Rajasa sebagai cawapres SBY.
(djo/nrl)











































