"Orang akan mudah lupa jika hanya mendompleng isu pupuler seperti itu. Sehingga tujuan yang inti dari kampanye tidak akan tercapai," ujar pengamat politik LIPI Syamsudin Haris kepada detikcom saat dihubungi melalui telepon, Rabu malam (3/6/2009).
Syamsudin mengatakan, mengomentari isu-isu aktual sah-sah saja, namun masa kampanye seharusnya digunakan untuk menyampaikan program masing-masing pasangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dengan cara mendompleng isu-isu populer seperti ini justru memberikan pendidikan yang tidak baik bagi masyarakat.
"Kalau model kampanyenya seperti ini, maka nanti yang dipilih hanya berdasarkan penampilanya saja, bukan isi dari program-programnya," terang Syamsudin. (her/anw)











































