Peringatan HUT Ke-108 Bung Karno di Rengasdengklok Bukan Kampanye

Peringatan HUT Ke-108 Bung Karno di Rengasdengklok Bukan Kampanye

- detikNews
Rabu, 03 Jun 2009 18:22 WIB
Peringatan HUT Ke-108 Bung Karno di Rengasdengklok Bukan Kampanye
Jakarta - Kehadiran Mega-Prabowo dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Bung
Karno di Rengasdengklok, Karawang, 6 Juni mendatang, bukanlah untuk kampanye
Pilpres 2009. Acara yang akan dihadiri 100 ribu buruh ini murni untuk memperingati HUT proklamator RI tersebut.

"Kita tidak akan ada embel-embel partai, kita hanya pakai bendera merah putih. Karena kita hanya ingin memperingati hari ulang tahun Bung Karno dengan suasana kerakyatan," kata Ketua Panitia HUT ke-108 Bung Karno yang juga Direktur  Pro Mega Center, Mochtar Muhammad.

Hal itu dikatakan Mochtar dalam jumpa pers di Kantor Tim Kampanye Nasional
Mega-Prabowo, Jl Cik Ditiro, Jakpus, Rabu (3/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai dengan peraturan KPU, kampanye dengan pengerahan massa baru dimulai
pada tanggal 11 Juni sampai 4 Juli 2009. Mengenai rencana penandatangan kontrak politik antara buruh dengan  Mega-Prabowo yang juga akan diadakan dalam acara, Mochtar menganggap hal itu bukan bagian dari kampanye. Sebab, Mega-Prabowo hanya menyatakan persetujuannya atas kontrak politik yang disodorkan para buruh.

"Ibu Mega dan Pak Prabowo hanya menandatangani tanda setuju, tidak akan menyampaikan visi misi dan program," jelasnya.Sementara itu, Sekretaris Tim Sukses Mega-Prabowo, Hasto Kristiyanto menambahkan, kontrak politik di Rengasdengklok tidak akan menyalahi aturan  kampanye Pilpres. Sebab, selain sebagai capres-cawapres, Mega-Prabowo juga  adalah pengurus partai politik yang punya visi misi memperjuangkan kaumburuh. "Sebagai ketua partai, itu juga dilindungi undang-undang," pungkas Hasto.

Dalam acara yang akan dihadiri keluarga Bung Karno dan Bung Hatta itu,  putra  pertama Bung Karno Guntur Soekarnoputra akan menyampai pidato politiknya.

Rengasdengklok adalah tempat di mana kedua proklamator RI itu diculik oleh golongan muda untuk mendesak Proklamasi kemerdekaan dibacakan secepatnya,  tidak menunggu kerja Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). (zal/nrl)


Berita Terkait