"Pertumbuhan ekonomi dua digit itu bukan angin surga. Itu bisa tercapai jika kita berusaha," ujar tim ahli bidang ekonomi Mega-Prabowo, Widya Purnama.
Hal itu dia sampaikan dalam diskusi bertajuk 'kedaulatan pangan dan energi' di Mega-Prabowo Media Center, Jl Prapanca Raya, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Modalnya itu kita punya semua. Land, Labour, Capital, Teknologi, kalau di Indonesia saya tambah dengan iklim," jelasnya.
Pertanian dan energi ditargetkan menempati porsi terbesar untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Untuk pertanian, tim ekonomi Mega-Prabowo menargetkan pembukaan 2 juta hektar sawah.
"Modalnya 5 milar US dolar. Hal ini bisa kita dapat dari recheduling utang-utang luar negeri kita," ungkapnya.
Dari 2 juta hektar sawah itu, bisa menyerap tenaga kerja untuk 12 juta orang. Selain itu petani pun masih mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan padi.
"2 juta hektar itu menghasilkan 16 juta ton beras. Jika satu tonnya US$ 400, maka hasilnya US$ 6,4 juta. Modal sudah kembali," terangnya.
Sedangkan untuk energi, diutamakan pembangunan sumber energi yang diperbaharui. Seperti bio fuel yang berasal dari tanaman bukan dari fosil.
(rdf/yid)











































