"Jadi ini bisa dikatakan cuma stigma. Dan untuk Boediono isu neolib itu bisa menjadi simpati bagi kalangan ekonom, seolah-olah Boediono didzalimi," kata Faisal dalam Talk Show di JakTV bertajuk 'Sosok Boediono dan Ekonomi Pancasila', di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot subroto, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2009).
Menurut definisi Faisal, neolib adalah elemen pasar. Sebenarnya, neolib bukanlah hal yang buruk, namun sering diartikan secara dangkal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, Faisal mengatakan, tidak banyak yang bisa diharapkan dari Boediono apabila mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu terpilih dalam pilpres mendatang bersama SBY. Sebab, Boediono diibaratkan sebagai kopilot saja dalam memimpin Indonesia.
"Karena nanti dia cuma sebagai copilot, masih ada presiden dan juga lembaga legislatif," pungkasnya.
(irw/nwk)











































