Demikian pengakuan Mensesneg Hatta Rajasa tentang jadwal cuti kampanye pejabat negara saat dicegat wartawan di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (2/6/2009).
"Ini kan jadwalnya dimajukan dan baru ketahuan pastinya setelah ada nomor urut kontestan kemarin," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dengan sendirinya jadwal safari kampanye harus menyesuaikan dulu dengan jadwal penggunaan GBK. Tentu saja proses penyesuaian itu juga memakan waktu.
Bahkan belum semua menteri dan pejabat tinggi negara yang hendak berkampanye sudah mengajukan ijin cuti. Masalah sama, mereka pun juga harus menunggu jadwal kampanye dari pasangan capres-cawapres yang didukungnya.
Padahal sesuai aturan UU, paling lama H-7 kampanye seluruh jadwal cuti itu sudah harus diterima KPU. Tapi keputusan KPU memajukan jadwal start otomatis membuat ketentuan tersebut tidak bisa dipenuhi.
"Sebelumnya kan reference kita start kampanye 12 Juni, lha sekarang maju 2 Juni. Padahal sebelum ada nomor urut, kita belum bisa menetapkan jadwal cuti," papar Hatta panjang lebar.
(lh/nwk)











































