"Itu bagian dari attacking campaign. Silakan sajalah. Kami yakin rakyat bisa membedakan kampanye yang baik dan substantif dan kampanye yang sekadar menyerang apalagi menyimpulkan bangkrut," kata Anas kepada detikcom, Selasa (2/6/2009).
Menurut Anas, model iklan Mega-Prabowo yang sangat kental serangannya kepada SBY dianggap sebagai dinamika berdemokrasi. Namun dia yakin rakyat telah mengetahui mana iklan yang berdasarkan fakta dan data dan iklan yang sekedar bermuatan politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut mantan anggota KPU ini, tentu saja PD tidak menghendaki adanya iklan-iklan yang negatif. Tetapi jika memang itu harus terjadi, PD akan menghadapinya secara jantan dan dewasa.
"Tentu kami tidak mengharapkan ada iklan seperti itu. Tetapi kalau diserang, ya tidak perlu menangis, ya kan," pungkasnya.
(yid/asy)











































