"Kalau memang betul saya melakukan intervensi, nggak mungkin jadwalnya tanggal 10. Karena, tanggal itu sudah dijadwalkan presiden akan meresmikan jembatan Suramadu dan itu sudah lama diaturnya. Jadi kalau saya melakukan intervensi, logikanya di mana kok pilih tanggal itu," kata Hatta.
Hal ini disampaikan dia saat menyambut kedatangan Capres SBY usai lawatannya ke Korea Selatan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Selasa (2/6/2009).
Namun demikian, Hatta menolak berkomentar apakah pasangan SBY-Boediono akan datang atau tidak pada saat deklarasi kampanye damai nanti.
"Saya tidak mengatakan bahwa Pak SBY tidak menghadiri peresmian jembatan atau deklarasi kampanye damai. Nanti menimbulkan salah pengertian. Tetapi masalah ini harus ada solusinya, kita lihat dulu baik-baik time schedule-nya apakah bisa disesuaikan," papar dia.
Dalam kesempatan itu, Hatta datang menjemput SBY dengan menggunakan mobil pribadinya, bukan mobil dinas sebagai Mensesneg.
"Ini kan sudah masuk masa kampanye. Saya tidak mau dituding menggunakan fasilitas negara," ujar pria berambut putih ini sambil naik ke mobil Land Cruiser-nya.
(aan/iy)











































