"Elektabilitas SBY pada tingkat paling tinggi sejak tahun 2004, setelah isu Neoliberal malah naik 1 persen menjadi 70 persen," tutur Ketua DPP PD Syarif Hassan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2009).
Namun demikian Syarif kembali menegaskan bahwa tidak ada unsur Neoliberalisme dalam pemerintahan SBY hingga hari ini. Menurutnya kebijakan SBY sangat pro rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarif kemudian meluruskan masalah kepulangan SBY dari Seoul, Korsel, yang tepat pada hari kampanyenya. Syarif menepis anggapan bahwa SBY tidak mementingkan keperluan negara ketimbang kepentingan untuk kampanye.
"Sudah pulang tepat pada jadwal yang ditentukan pada hari ini, tidak ada niat seperti itu. Wajar kalau banyak yang memprotes mendekati pilpres," pungkasnya.
(van/yid)











































