"PKB tidak tau siapa yang memulai isu (jilbab dan agama) itu sebenarnya. Kita menyesalkan isu jilbab dan kerudung tersebut karena isu itu tidak elok dalam politik," kata Muhaimin dalam jumpa pers peluncuran media center PKB di Jl Garut, Menteng, Jakarta, Senin (1/6/2009).
Menurut pria yang menjabat Wakil ketua DPR ini, pilihan untuk menggunakan simbol agama tertentu oleh setiap warga negara harus dihargai. Hal ini terkait dengan jaminan konstitusi yang membolehkan setiap warga Indonesia memeluk agama apapun dan memaknahi agamanya sesuai dengan keyakinanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhaimin meminta semua pihak termasuk partai pendukung untuk tidak memanfaatkan isu soal jilbab dan semacamnya untuk kampanye dan bergaining demi target tertentu.
"kita meminta semua kalangan untuk tidak lagi menggunakan isu-isu persoanal," pungkasnya.
Sebelumnya ketua DPP PKS Mahfudz Siddik menyarankan Ani Yudhoyono sering menggunakan jilbab dalam setiap acara terbuka menjelang pilpres. Hal ini dimaksudkan agar istri SBY ini dapat menarik simpati dari para pendukung umat islam. Isu jilbab juga dimainkan tim suksesnya JK-Wiranto karena istri pasangan ini menggunakan jilbab.
(nvc/yid)











































