Pendamping SBY ini bertemu dengan tokoh Jawa Timur di Empire Palace, Jalan Blauran, Surabaya, Jatim, Senin (1/6/2009).
Dalam pertemuan itu, Boediono mengaku ingin mendapatkan masukan dari para tokoh masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemikiran dari para tokoh tersebut dia catat dan dia berharap ke depan bisa diatasi bersama-bersama nantinya. "Saya mencatat ini dengan sebaik-baiknya dan semoga ke depan bisa kita pecahkan," harapnya.
Salah satu tokoh masyarakat yang berbicara adalah LSM dari Yayasan Alit yaitu Yuliati. Mbak Yuli, sapaannya sehari-hari mengatakan kalau masyarakat miskin selalu termarjinalkan. Masyarakat miskin yang menjadi binaannya misal, ketika pemilu mendapat kartu pemilih tapi ketika ingin mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Susunan Keluarga (KSK) tidak pernah bisa.
"Saya ingin political will, bukan hanya good will," pinta Yuliati kepada Boediono.
Dia berharap masyarakat miskin tersebut ada pengakuan dari pemerintah. Tidak hanya dibutuhkan di saat pemilu, tapi juga berhak untuk mendapatkan pengakuan.
"Merasa juga berhak untuk mendapatkan akses layanan publik seperti Jamkesmas dan sebagainya," tandasnya.
Hadir dalam acara tersebut adalah beberapa dosen di Unair seperti Priyatmoko, Hariyadi serta mantan ketua tim sukses Sukarwo-Saefullah Yusuf (KarSa) Martono dan sejumlah pengurus partai pengusung seperti Ketua DPW PKS Ja'far Tri.
Selain itu hadir M Noer, mantan gubernur Jatim dan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Imam Sunardi. Acara ini dimoderatori oleh Wakil Walikota Surabaya Arif Afandi yang juga pengurus PD Jatim.
(gik/nwk)










































