Isu Perempuan Diusulkan Masuk Materi Debat Capres

Isu Perempuan Diusulkan Masuk Materi Debat Capres

- detikNews
Senin, 01 Jun 2009 15:59 WIB
Isu Perempuan Diusulkan Masuk Materi Debat Capres
Jakarta - Para aktivis perempuan yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Peduli Indonesia mengusulkan isu perempuan masuk dalam tema debat capres-cawapres. Mereka menilai saat ini para capres-cawapres kurang memberi perhatian terhadap isu-isu perempuan.

"Kami mengusulkan isu perempuan menjadi tema tersendiri dalam debat capres-cawapres," kata Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Masruchah dalam jumpa pers di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2009).

Dalam jumpa pers itu Masruchah didampingi para aktivis perempuan dari organisasi lain yang tergabung dalam Gerakan Perempuan Peduli Indonesia, antara lain Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), Aliansi Masyarakat Sipil untuk Revisi Undang-Undang Politik (ANSIPOL), dan lain-lain. Menurut mereka, isu perempuan penting untuk dijadikan tema tersendiri mengingat selama ini diskriminasi terhadap perempuan masih terus terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya di bidang hukum, ada 45 peraturan daerah (Perda) yang dinilaiย  tidak sensitif jender. Di bidang ekonomi, perlaukuan terhadap buruh migran perempuan seringkali tidak manusiawi. Mereka kerap menjadi korban human trafficking melalui kebijakan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri.

Karena itu isu tersebut menjadi penting untuk dibahas secara serius.ย  Sementara dari 5 tema yang ditetapkan KPU, tidak ada sama sekali yang secara khusus membahas isu perempuan.

Menurut anggota KPU Endang Sulastri, meski tidak secara spesifik membahas isu perempuan, tapi dari 5 tema itu banyak yang berkaitan dengan isu perempuan.

Misalnya soal hukum dan ekonomi. "Isu perempuan itu tidak perlu masuk ke dalam satu tema tersendiri, tapi bisa masuk ke dalam tema-tema yang lain," kata Endang.

Menanggapi hal itu, Masruchah mengatakan waktu yang tersedia tidak memadai. Waktu 90 menit yang dialokasikan kPU untuk tiap kali debat tidak memungkinkan para capres-cawapres itu membahas secara detail isu menyangkut perempuan yang sangat kompleks.

"Waktu 90 menit itu pendek, sudah gitu harus dibagi ke 3 capres. Kalau tidak ada tema khusus, pasti pembahasan soal isu perempuan tidak akan mendalam," kata Masruchah.

(sho/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads