"Saya khawatir ini karena kekeliruan KPU. Karena dia majukan jadwalnya, maka yang ikut (peserta) seharusnya ikut maju juga jadwalnya. Tapi mungkin ada pihak lain yang tidak bisa mengubah jadwal," kata Direktur Center For Electoral Reform (CETRO) Hadar N Gumay saat dihubungi melalui telepon, Senin (1/6/2009).
Sebelumya KPU juga telah memajukan jadwal kampanye menjadi 2 Juni, sebelumnya pada 12 Juni. Jika kampanye damai dilakukan Selasa besok, maka tidak bisa diikuti oleh SBY karena sedang berdinas ke Korsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jadwal kampanye damai ini, menurut Hadar, sebenarnya merupakan suatu yang aneh. Alasannya jadwal kampanye dimulai 2 Juni, tapi kampanye damai 10 Juni.
"Walaupun alasannya butuh waktu, kenapa tidak dari awal dulu dipersiapkan. Jadi pentingnya suatu pencanangan kesepakatan untuk berdamai, sekarang malah delay. Jadi kalau tidak begitu bisa tidak damai," kritiknya.
(ndr/nrl)











































