"Kalau masalah mekanisme penetapan kan nanti nunggu di pleno, nanti kan provinsinya satu per satu datanya masuk. Yang pasti kita buka dulu," kata anggota KPU I Gusti Putu Artha di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Minggu (31/5/2009).
Hadir dalam rapat ini anggota KPU Andi Nurpati, I Gusti Putu Artha, Endang Sulastri, Sri Nuryanti, Abdul Aziz, Samsul Bahri dan Ketua KPU Abdul Hafidz Anshary.
Rapat yang dipimpin Ketua Pokja DPT KPU Sri Nuryanti itu akan memutuskan jumlah total DPT pilpres setelah dilakukan perbaikan dari DPT pileg yang lalu. Semua jumlah DPT baru diketahui setelah semua provinsi melaporkan hasil pendataannya.
"Tidak bisa dipaksakan penetapannya. Satu provinsi tidak masuk, kita tidak bisa menetapkan secara nasional," kata Hafiz.
Menurut mantan anggota KPUD Kalsel ini, KPU akan menunggu semua laporan DPR dari KPU provinsi sebelum memutuskan menjadi DPT nasional. "Kalau memang ada yang belum masuk, maka tidak bisa dipaksakan. Lebih baik kita tunggu sampai lengkap semuanya," pungkasnya.
5 provinsi yang belum hadir sampai saat ini adalah Sulawesi Barat, Banten, Sulawesi Utara,
Gorontalo dan Papua Barat. Sementara 28 provinsi lainnya sudah mulai melaporkan hasil pendataannya terhadap DPT baru pilpres.
(yid/Rez)











































