Demikian disampaikan SBY dalam Silatnas Parpol Koalisi SBY-Boediono, di Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (30/5/2009).
"Sebenarnya pada 8 Juli nanti, rakyat akan memilih capres-cawapres yang bisa memimpin bangsa atau yang menggunakan simbol tertentu?," kata SBY.
SBY mengingatkan bahwa era politisasi simbol dan SARA sudah lama bangsa Indonesia tinggalkan. Secara ideologis pun seluruh parpol juga menyatakan Pancasila sebagai azas.
Hal lain yang juga perlu dihindari yaitu melakukan serangan ke arah personal kontestan lain. Terlebih bila sampai menjurus ke arah fitnah dan black campaign.
Maka yang lebih baik juru kampanye nanti lakukan adalah menjelaskan
arah kebijakan pembangunan. Sambil melakukan counter terhadap isu-isu
yang ditujukan untuk menyerang SBY-Boediono.
"Beri penjelasan agar rakyat paham duduk masalahnya. Karena dibiarkan
bisa-bisa rakyat mengangapnya benar," ujarnya.
(lh/aan)











































