Salah satu calon kuat pengganti Megawati sebagai Ketua Umum PDIP adalah putrinya, Puan Maharani.
Namun permintaan untuk mempertimbangkan dengan serius Puan sebagai pengganti Megawati justru datang dari saudara kandung Megawati sendiri. Guruh Soekarnoputra, putra bungsu proklamator Bung Karno mengatakan secara pribadi dirinya kurang setuju dengan figur Puan karena belum matang.
Menurutnya, di satu sisi dirinya bangga mempunyai Puan, keponakan yang memiliki perhatian pada dunia politik dan urusan bangsa.
"Tapi dari sisi ability, Puan belum saatnya memimpin partai. Jadi secara pribadi saya yang tidak setuju, karena belum matang. Mungkin 10 atau 20 lagi dia baru bisa," kata Guruh saat diwawancarai di sela konperensi pers persiapan peringatan hari lahirnya Pancasila, di kediamannya Jl Sriwijaya 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2009).
Guruh justru mengajukan dirinya sendiri sebagai calon yang pantas sebagai pengganti Megawati di tampuk tertinggi PDIP.
"Kalau dari diri saya, saya siap memimpin PDIP karena sejak 1991 saya sudah menyatakan siap menjadi pemimpin bangsa ini. Jadi saya siap jadi ketua umum PDIP," ujarnya.
Walau demikian, Guruh tetap menyerahkan keputusan penggantian pimpinan PDIP kepada Megawati. "Ya silakan tanya kepada ibundanya itu. Kalau Om-nya tidak setuju," pungkasnya.
Sebelumnya, adik perempuan Megawati, Sukmawati Soekarnoputri juga menyampaikan rasa berat hati apabila Puan langsung dimajukan sebagai pengganti Mega. "Belum waktunya," ujarnya.
(zal/nwk)











































