Keseleo Lidah Sebut JK Presiden, Khofifah Minta Diamini

Keseleo Lidah Sebut JK Presiden, Khofifah Minta Diamini

- detikNews
Jumat, 29 Mei 2009 16:34 WIB
Keseleo Lidah Sebut JK Presiden, Khofifah Minta Diamini
Makassar - Secara tidak sengaja Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa salah menyebutkan jabatan Wapres Jusuf Kalla (JK). Khofifah menyebut JK sebagai presiden. Meski demikian dia minta ucapannya diamini.

"Bapak Presiden yang terhormat," ujar Khofifah saat memberikan laporan dalam Rapat Kerja Nasional dan Harlah ke-63 Muslimat Nadlatul Ulama (NU), di Hotel Horizon, Makassar, Jumat (29/5/2009). Ratusan hadirin spontan riuh dan bertepuk tangan. JK hanya mesam-mesem melihat insiden itu.

Khofifah langsung terdiam dan tersenyum saat menyadari ucapannya salah. "Saya mohon langsung diamini saja," katanya yang diikuti tepuk tangan hadirin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khofifah langsung melanjutkan pidatonya. Menurutnya Muslimat NU harus ikut menyukseskan Pilpres yang akan datang dengan menyontreng dan mengawasi jalannya pemilihan supaya tidak ada suara yang menguap lagi.

"Muslimat NU juga harus meningkatkan pelayanan kepada umat berupa layanan yang lebih cepat mencakup fastabiqul khairat (berlomba-lomba menuju kebaikan). Karena bisa kita katakan, fastabiqul akhirat itu lebih cepat lebih baik," imbuh Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini.

Sementara itu Ketua PBNU Ahmad Bagja saat kebagian giliran berpidato menyinggung 'keseleo lidah' Khofifah.

"Ketua Muslimat NU salah sebut tapi beliau mengamini itu. Itu bisa diartikan sebagai doa. Doa seorang ibu itu bisa mengubah takdir," kata Ahmad disambut riuh hadirin.

Ahmad Bagja berharap Muslimat NU memberikan suaranya saat Pilpres.

"Jika Muslimat mendoakan seorang warga NU agar menjadi presiden insya Allah akan terwujud dengan ikhtiar. Tapi ternyata ikhtiar itu tidak cukup dengan tepuk tangan," katanya dengan terseyum.

Dia akhir pidatonya dia mengatakan, "Persoalan umat harus diselesaikan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya dan lebih cepat lebih baik."

(nik/nrl)


Berita Terkait